Kemarin kami memilih cincin nikahnya dari the promises….tapi model tidak bisa dirubah dengan keinginan kami…
pengennya bukan cincin yang ga biasa aja tapi mesti punya filosofi…
Dengan penuh pertimbangan…kami memutuskan untuk beli di toko emas di melawai… trus detail cincin kami :
biasanya kan bentuk cincin tuh bulet…kami maunya segi 7….
Kenapa segi 7?? Yup, kita dah 7 tahun bersama…
7 tahun kita belajar…
7 tahun kita bersabar….
7 tahun kita merangkai banyak cerita
7 tahun kita menangis bersama
7 tahun gelak tawa itu terdengar
7 tahun jarak itu memisahkan kita
7 tahun menjadikan kita lebih dewasa…. ^^
dan cinta ini dari dulu, sekarang dan selamanya semoga akan tetap sama….amiin
Trus… ditengahnya ada 2 berlian….
kita 2 manusia yang berbeda….karakter…sifat dan latar belakang….
kita hanya manusia biasa….yang jauh dari sempurna….
tapi kita berusaha untuk saling mencintai dengan cara yang sempurna ^^
Semoga cinta ini cinta sejati
cinta abadi….like “diamond”…..^^
Ya Allah….satukan kami karena cinta-Mu dan tidak melebihi cinta kami Kepada-Mu….
Ya Allah….pisahkan kami hanya karena takdir-Mu dan hilangnya jiwa dari raga kami…
Doakan kami ya…acaranya lancar…
Doakan kami…menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah….sampai tua nanti dan hanya mati yang memisahkan kami…amiiin
Habis acara sumpahan apoteker….dandananku lagsung dirubah…..ganti baju putih celana jins trus jilbab juga diganti… riasan ditambahin dikit….hehehehe….kita
nich jadinya preweding di Studio…fotografernya kocak banget….liat aja ketawa kita meriah banget….







Setahun yang lalu saat kami berencana mau melanjutkan ke jenjang pernikahan. Ada syarat yang diajukan oleh orangtua….”Boleh menikah asal kan kita sudah menyelesaikan kuliah” walaupun sudah bekerja mas Wawan masih kuliah S2 Tehnik Elektro di ITB dan saya masih kuliah Profesi Apoteker UI. Persyaratan itu diajukan setelah lebaran tahun 2008.
Mas Wawan juga harus lulus karena sudah hampir 3 tahun kuliah S2. Karena kerja di Jakarta dan kuliah di ITB Bandung, mas Wawan harus bolal balik Jakarta-Bandung trus mesti cuti. Dan akhirnya bulan april kemarin mas Wawan wisuda….

Pada saat itu bulan April saya masih kuliah dan sedang PKPA (Praktek Kerja Profesi Apoteker) di Apotek Kimia Farma RSCM….. dengan penuh perjuangan tanggal 19 Agustus 2009 kemrin saya sudah di Sumpah Apoteker.

Alhamdulillah….akhirnya….keinginan orangtua kami dan cita-cita mereka tercapai…..
Doakan ya besok acara kita lancar…amiiiin
Selama puasa ini belom pernah jalan2 sama eno (temen kuliahku diApoteker)…Pagi-pagi masih ngantuk enokz dah telpon…”Uuut jalan-jalan yuk pengen beli ini itu bla bla bla….”
Dan akhirnya Hari Kamis tanggal 10 Sptember 2009….kita jalan-jalan, di Depok nih sekitar jalan margonda raya cuma ada Margo City, DeTos, Mall Depok dan ITC Depok……kita mulai petualangan ini dari Margo….tadinya pengen beli buat seserahan buat nambah2 yang belom ada. Ke BodyShop dulu….disuruh mbak wiwin nyari body cream yang warna emas biar senada sama kosmetik yang lain warna emas…tapi kagak ada tuhhhh….huhhhh…
Jalan2 kesana kemarin tapi kepala jadi pusing banget,entah kenapa nihhh….tapi tetep dunks lanjut Ke ITC. Habis sholat dhuhur trus nyampe ITC seger lagi….Udah siap buat menjelajah ITC kalo aku sih tujuannya nyari daleman buat kebaya yang warna kulit. Pesanan Bu Tatik Sekar Kedhaton. Yang bagus tuh ditempat jualan baju-baju senam gitu…weikkk nyampe sana setelah muter-muter hampir sejam harganya kenapa jadi 120rb dulu kan cuma 75rb, Hmmmm gapapa deh bahannya juga bagus dan warnanya sesuai.
Setelah muter-muter ternyata udah jam4, perjalanan berlanjut Ke Detos…. Buka Puasa disana kenudian kita menikmati kenangan-kenangan di Depok.
Yup….Depok kota dipinggir Jakarta….dan disini mal-malnya ga semegah mal di Jakarta….tapi disini ada kenangan kita, disini ada keceriaan kita, disini persahabatan ini terjalin dan disini tempat melepas penat mengais ilmu di jaket kuning. Aku, Asfiratna, Enokz dan Novi….hampir tiap hari setelah pulang kuliah pasti mampir ke Detos ato Margo. Tempat melepas penat diantara ujian-ujian yang hampir tiaphari, kuliah seharian, tugas menumpuk, presentasi-presentasi. Kita kuliah di Apoteker UI, dari fakultas Mipa tinggal jalan aja lewat gang senggol nyampe deh ke Detos. Detos, Margo tempat ini yang memberikan sedikit keceriaan buat kita, tempat ini yang menyatukan menjadi sahabat dan tempat ini juga jadi salah satu tempat aku dan mas Wawan bertemu. Depok juga yang menyatukan aku dan mas Wawan setelah 6 tahun terpisahkan antara Jogja-Bandung.
Dalam perjalanan aku berpikir sejenak….nanti setelah menikah bisa ga ya….jalan-jalan ngalor ngidul kaya gini. Yup, harus dikurangi sekarang tanggungjawabku udah lebih besar. Sebuah pernikahan bukan hal yang mudah tapi juga jangan dipersulit. Harus tau batas-batas dalam bergaul, harus tau batasan waktu…..dimensinya udah berbeda dengan sebelum menikah…..
Depok yang menyatukan kami berdua. Perjalanan sebelum pernikahan, badai-badai dan riak riak kecil yang menghampiri…. membuat kami semakin tangguh dalam menghadapi hidup dan semoga semakin mendewasakan kami berdua. Sebagai sebuah perjalanan hidup yang harus kami lalui….walaupun itu pahit harus kita telan (seperti obat, sepahit apapun obat itu tapi kita punya keinginan yang kuat untuk sembuh “harus kita telan”)…. Seharusnya tidak terus diratapi, Semoga kita sadar akan kekurangan berusaha keras untuk memperbaiki kerusakan yang ada dan setelah itu semoga menjadi “Pribadi yang lebih Baik” dan Iman kita terhadap Allah semakin bertambah…..^^……… Ya Allah hadirkanlah Pelangi diakhir Badai ini….amiiin
amiiinnn aminnnn
Depok penuh kenangan
Depok penuh cerita
Depok penuh persahabatan’
Depok penuh dengan cinta kami
Depok penuh ilmu
Depok penuh gelak tawa kami…
Depok…… ^^
“Perbolehkan kudatang dikala ku rindu dengan mu….”
pertama bingung mo rias penganten dimana ya…secara ga punya pengalaman. Trus aku nanya ketemen yang habis nikah (mengingat umur udah kategori harus menikah,jadi temen-temenku kebanyakan udah pada nikah hehhehe), namanya Choirunisa…liat hasil dandannya….bagus dan di Solo termasuk senior gitu….habis itu langsung deh meluncur ke Sekar Kedhaton tempatnya deket Pasar Klewer…. Pas pertama kali dateng, Bu Tatik tuh baek banget. Trus dijelasin ini itu tentang acara nikahan dan berbagi pengalaman hidup dengan beliau…..
Akhirnya memutuskan bahwa acara resepsi nanti nuansa emas….setelah berbulan-bulan bingung mo nuansa apa ya…? dan mas Wawan udah nyobain baju buat penganten cowoknya cukup, sendalnya juga dah cukup…yup diputuskan….”Emas….”
Nach sekarang karena aku pake Jilbab, mo paesan ga ya? Bu Tatik ini ahlinya dalam paesan. Kata ibunya “Kalo ga paesan tuh, serasa ga penganten” (karena adatnya diSolo penganten putrinya pake paes….yang digambat dijidat itu lho). Tapi aku pengennya jilbab modifikasi aja trus pake bunga2 sana sini. Ngliatin acara nikahan di Majalah2 pengantin muslim….aduh ga cocok nih kayanya….secara mukaku bulet. Ehmmmm….setelah konsultasi lagi sama Bu Tatik dan Ibunya ngliatin contohnya….jadi semuanya ditutupin sama melati…trus ntar dipaesin watna ijo. Nurut aja deh…. dan 2 minggu lagi kita liat hasilnya….^^
udah…ambil baju akad di PGC….puas hasilnya,payet yang aku beli dari tanah abang udah dipayetin jadi tambah keren….
ntar di post aja ya kalo udah akad,hehehe
kurang sebulan lagi… mulai deh dilema menjelang pernikahan….semoga lancar dan aku sama mas wawan bisa melaluinya…amiiin
Cinta itu indah. Cinta itu akan tetap tertanam dalam hati seorang pecinta ,cinta itu akan terus bertambah ketika kita sangat mengenal apa yg sepatutnya kita cintai dengan setulus hati, dan menjalin cinta itu dengan ikhlas. Pasti kita akan bahagia. Kebahagian akan datang pada setiap insan ketika cinta itu hanya tertuju pada Allah SWT. Mari terus berlomba untuk menumbuhkan cinta-Nya dalam diri kita….
cinta memang indah. saat kita udah berani untuk menyatakan cinta pada seseorang berarti kita sudah siap dengan segala resiko yang akan terjadi kelak. sebab cinta itu bukan sekedar lima huruf yang tak bermakna tetapi merupakan lima huruf yang harus disamppaikan dengan komtmen yang sangat kuat.
“Cinta adalah tamu yang selalu datang tanpa undangan tapi kepergiannya tidak pernah diharapkan.
Dan sesungguhnya hati akan merasa memiliki cinta apabila cinta itu telah pergi.”
Cinta sejati tidak datang kepadamu,tetapi harus datang dari dalam dirimu.
jika cinta tlah terucap, keduanya adalah satu hati dan hati akan merubah sgalanya menjadi indah, tapi cinta tak mudah di mengerti, kadang juga bisa jadi benci, ketahuilah hanya cinta abadi yang bisa meluluhlantakan semua rasa benci, satukan hati dalam cinta abadi, rasa terdalam tak akan kering karena cinta abadi..
Cinta tak kenal usia,tak kenal materi dan tak kenal segalanya..
Tapi cinta dapat dikenal dari senyum yang diberinya,tangis yang diakibatkannya…
Seperti aku,yang mencintainya namun tak dapat meraihnya…
Akh,cinta tak mengerti seberapa sakit karenanya…
Cinta tak kenal usia,tak kenal materi dan tak kenal segalanya..
Tapi cinta dapat dikenal dari senyum yang diberinya,tangis yang diakibatkannya…
Seperti aku,yang mencintainya namun tak dapat meraihnya…
Akh,cinta tak mengerti seberapa sakit karenanya…
CINTA yang sesungguhnya adalah menyayangi orang yang kita cintai dalam kondisi apapun dan rela melepaskannya jika itu membuatnya bahagia.
Cinta diturunkan oleh “ADAM & HAWA”
disebarkan oleh “RAMA & SHINTA”
dibawa mati oleh “ROMEO & JULIETE”
dan dihidupkan kembali oleh “KAU & AKU”
cinta itu abadi dan akan selalu indah bagi kita yang selalu bersyukur atas nikmatNya.
jangan salahkan cinta karna ia tak pernah salah, yang salah hanya bagaiman kita melihatnya dengan akal atau dengan hati yang terdalam.
buat adekku anna, terima kasih cinta
Cinta bukanlah permainan,,
Cinta bukanlah keinginan namun Cinta adalah kebahagiaan,indah jika dibayangkan,bahagia jika di wujudkan,Cinta dapat menjadikan kita terlena,Cinta dapat membuat kita terhayut didalamnya,,tapi cinta memberikan keberanian untuk menghadapi COBAAN…….
Cinta itu bukan bagaimana kamu melupakan,tapi bagaimana kamu memaafkan…. bukan bagaimana kamu mendengar, tapi bagaimana kamu mengerti…. bukan bagaimana kamu melihat, tapi bagaimana kamu merasakannya….. bukan membiarkannya pergi, tapi mengenggamnya dengan erat….
Ketika kamu mencintainya ..
Ketika kamu melakukan semua untuknya tanpa berharap lebih …
ketika kamu menerima kesalahannya karna itu bagian dari kepribadiannya
ketika kamu rela memberikan hatimu, kehidupanmu, bahkan kematianmu
ketika kamu tercabik bila dia sedih, dan berbunga ketika dia bahagia
ketika kamu menangis untuk kesedihannya walaupun dya cukup tegar untuk menghadapinya
ketika kamu tertarik kepada orang lain tapi kamu masih setia padanya
ketika kamu merelakannya dengan senyum karna kebahagiannya tidak bersamamu
itulah rasa cinta yang sesungguhnya ..
Karena ada libur panjang,aku pulang ke solo dan mas Wawan sudah pulang duluan dengan keluarganya (mbak Utik,Kenzie, Mas Joko, Mbak Wiwin sama Bilal tambah penumpang satu adekku yang habis ketemu ceweknya)….
Aku yang habis tes dari PT. Novell tanggal 8 Juli (ga lolos soalnya ga boleh nikah 6 bulan…hiks), langsung dianter Ridha Comeli dari Gunung Putri trus ke Terminal Kampung Rambutan. Akhirnya dapet tiket juga…..
Jumat pagi2 buta jam 02.00 aku nyampe solo, dijemput sama bapakku (kangennnn….) dah berapa bulan ya ga ngliat kota solo…..yupz 4 bulan yang lalu.
Nyampe langsung tidurr…pagi2 ibuku dah nyuruh buat foto prawedding. Sepupu nyaranin di Bale Kambang, dulu ini Taman Air Kraton Solo. Waktu aku kecil serem gitu,tapi sekarang udah direnovasi jadi kerennn….
nihhh hasil foto dadakan….prawedding
selalu bersama


hihihitunjuk satu bintang…

i like…


Foto-foto ini diambil candid sama fotografernya…jadi gaya kita ga diarahin tapi hasilnya malah bagus…yang gayanya resmi malah kaku….hehehehe


Foto yang ini aku paling suka….
Hasil fotonya lumayan dengan persiapan yang sangat minim banget….dan spontan…
Mas wawan lagi capek banget seharian nyetir dari Jakarta ke Solo trus besoknya langsung disuruh foto dan persiapan-persiapan lainnya. Yup…inilah hasil jeperetannya…Tempat ini dulunya ga keurus…namanya Bale Kambang
Fwd from : Kajian Ilmiah Islami Jakarta
Bismillah,
Untuk membangun keluarga muslim yang baik perlu dipersiapkan anggota keluarga yang shalih, tentunya dimulai dari memilih pasangan suami istri yang shalih pula.
Seorang pria ketika akan menikah hendaknya mempersiapkan diri dan melihat kemampuan dirinya. Dia harus membekali diri dengan ilmu agama agar dapat memfungsikan dirinya sebagai qawwam (pemimpin) yang baik dalam rumah tangga. Karena Allah Ta`ala telah menetapkan (yang artinya):
“Kaum pria itu adalah pemimpin atas kaum wanita disebabkan Allah telah melebihkan sebagian mereka (melebihkan kaum pria) di atas sebagian yang lain (di atas kaum wanita) dan karena kaum pria telah membelanjakan harta-harta mereka untuk menghidupi wanita…”. ( An Nisa: 34)
Hendaknya seorang pria menjatuhkan pilihan hidupnya kepada wanita yang shalihah karena demikian yang dituntunkan oleh Nabi kita yang mulia Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda tentang kelebihan wanita yang shalihah (yang artinya) :
“Dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah “. (HR. Muslim dalam Shahihnya, Kitab Ar Radlaa`, Bab Istihbaab Nikaahil Bikr. 10/56, Syarah Nawawi)
Tentang istri yang shalihah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam juga bersabda (yang artinya) :
“Ada empat perkara yang termasuk dari kebahagiaan: istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan ada empat perkara yang termasuk dari kesengsaraan: tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), tunggangan yang jelek dan tempat tinggal yang sempit”. (HR. Ibnu Hibban. Hadits ini dishahihkan Syaikh Muqbil rahimahullah dalam kitab beliau ” Ash Shahihul Musnad Mimma Laysa fish Shahihain” 1/277)
Beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengabarkan (yang artinya):
“Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, kedudukannya (keturunannya), kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, taribat yadaak “. (HR. Bukhari dalam Shahihnya no. 5090, Kitab An Nikah, bab Al Akfaau fid Dien, dan Muslim dalam Shahihnya, Kitab Ar Radla, bab Istihbaab Nikahi Dzatid Dien, 10/51, Syarah Nawawi)
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan dalam makna hadits ini ada hasungan untuk bergaul/berteman dengan orang yang memiliki agama baik dalam segala sesuatu karena berteman dengan mereka bisa mengambil faedah dari akhlak mereka, barakah mereka dan baiknya jalan hidup mereka, di samping itu kita aman dari kerusakan yang ditimbulkan mereka”. (10/52)
Masalah agama ini juga harus menjadi pertimbangan seorang wanita ketika ia memutuskan untuk menerima pinangan seorang pria, karena pria yang shalih ini bila mencintai istrinya maka ia akan memuliakannya, namun bila ia tidak mencintai istrinya maka ia tidak akan menghinakannya. Dan hal ini harus menjadi perhatian wali si wanita karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda (yang artinya) :
“Apabila datang kepada kalian (para wali wanita) orang yang kalian ridha agama dan akhlaknya (untuk meminang wanita yang di bawah perwalian kalian) maka nikahkanlah laki-laki itu, kalau tidak kalian lakukan hal tersebut niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan terjadi kerusakan yang merata”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dll)
Bila setiap muslim memperhatikan dan melaksanakan dengan baik apa yang ditetapkan dan digariskan oleh syariat agamanya niscaya ia akan mendapatkan kelurusan dan ketenangan dalam hidupnya, termasuk dalam kehidupan berkeluarga. Dan dia benar-benar dapat merasakan tanda kekuasaan Allah ta`ala sebagaimana dalam firman-Nya (yang artinya);
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya Dia menciptakan untuk kalian pasangan-pasangan kalian dari diri-diri (jenis) kalian sendiri agar kalian merasa tenang dengan keberadaaan mereka dan Dia menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda –tanda bagi kaum yang mau berfikir”. (Ar Ruum: 21 )
Wallahu ta`ala a`lam bishawwab.
(Dikutip dan merujuk dari tulisan Ummu Ishaq Zulfa Husein Al Atsariyyah, yang berjudul “Keluarga Dalam Pandangan Islam, Assyariah)
Ada sebuah kisah tentang penciptaan pria & wanita. Pada saat Sang Pencipta telah selesai menciptakan pria. Ia baru menyadari bahwa Ia juga harus menciptakan wanita. Padahal semua bahan untuk menciptakan manusia sudah habis dipakai untuk menciptakan pria. Kemudian Sang Pencipta merenung sejenak, dan kemudian Ia mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah, sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin.
Ia juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak, kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu dan kekejaman dari harimau, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan bicara dari burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari
burung bangau dan kesetiaan dari induk singa.
Dengan mencampurkannya bahan semua itu, maka Sang Pencipta membentuk wanita dan memberikannya kepada pria. Pria itu merasa senang sekali karena hidupnya tidak merana dan kesepian seorang diri.
Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan, katanya: ‘Tuhan, ciptaan-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tidak bahagia.
Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak dapat beristirahat. Ia minta selalu untuk diperhatikan. Ia mudah menangis karena hal-hal sepele. Aku datang untuk mengembalikan wanita itu kepada-Mu, karena aku tidak bisa hidup dengannya’.
‘Baiklah’, kata Sang Pencipta. Dan Ia mengambilnya kembali. Beberapa minggu kemudian, pria itu datang lagi kepada Tuhan, dan berkata, ‘Tuhan, sejak aku memberikan kembali wanita ciptaan-Mu, kini aku merana kesepian.
Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang menyayangiku. Aku selalu memikirkan dia, ke mana pun aku pergi, aku selalu ingat dia. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. Di kala aku sendirian, kubayangkan wajahnya yang cantik, kubayangkan bagaimana ia menari dan
menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-cakap dan manja kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan sedemikian lembut untuk disentuh. Aku suka akan senyumannya.
Tuhan, kembalikan lagi wanita itu kepadaku!’.
Sang Pencipta berkata, ‘Baiklah’. Ia memberikan wanita itu kembali kepadanya. Tetapi, tiga hari kemudian pria itu datang lagi kepada Tuhan dan berkata, ‘Tuhan, aku tidak mengerti. Mengapa dia memberikan lebih banyak lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Dia semakin menyebalkan. Aku tidak
tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya. Aku berdoa kepada-Mu.
Ambillah kembali wanita itu. Aku tidak dapat lagi hidup dengannya’.
Sang Pencipta balik bertanya, ‘Kamu tidak dapat hidup lagi dengannya?’.
Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa. Dalam hatinya ia berkata, ‘Apa yang harus aku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku juga tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah aku untuk mengerti apa arti hidup ini?’.
‘Belajarlah untuk memahami perbedaan dan belajarlah untuk berani menerima perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah dan usahakanlah apa yang menjadi kebutuhan mendasar dari pasangan hidupmu!’, jawab Tuhan.
Dan inilah enam kebutuhan mendasar pria dan wanita:
1. Wanita membutuhkan perhatian, dan pria membutuhkan kepercayaan.
2. Wanita membutuhkan pengertian, dan pria membutuhkan penerimaan.
3. Wanita membutuhkan rasa hormat, dan pria membutuhkan penghargaan.
4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria membutuhkan kekaguman.
5. Wanita membutuhkan penegasan, dan pria membutuhkan persetujuan.
6. Wanita membutuhkan jaminan, dan pria membutuhkan dorongan